Wahda Zainal Ilham Buka Suara Terkait Jasa Prostitusi

Wahda Zainal Ilham Dan KaSatpol PP Maluku Utara

Wahda Zainal Ilham yang merupakan salah seorang Politisi Partai Gerindra, atau bisa disebut WZI, akhirnya buka suara terkait Prostitusi Online yang dikendalikan Irwan Mahmud alias Kaka (25) Waria warga Morotai, Maluku Utara.

Wahda membantah tuduhan keterlibatannya terkait Pengguna Jasa Prostitusi dari Kaka kepada wartawan di Ternate, Rabu (18/5).

Melainkan dirinya menegaskan telah menjadi korban dari keisengan mucikari Jasa Prostitusi yang dalam kontak BBM bernama Ayu.

Selain itu, Wahda juga mengaku, dirinya tidak pernah kenal mucikari bernama Kaka, dan tidak pernah bertemu orang tersebut dalam kesempatan apapun.

“Saya belum bertemu dan memberikan tawaran dengan perempuan yang ada di BBM. saya juga tidak kenal sang mucikari Irwan alias Kaka itu, pasalnya hanya berteman di bbm, belum sempat ketemu, si mucikari ini terus PING untuk memberikan tawaran, namun saya tidak merespon PING via BBM yang dilakukan oleh mucikari Jasa Prostitusi itu” Kata Wahda, dalam klarifikasinya kepada Wartawan.

Menurut, Ketua Komisi I DPRD Malut Ini, dirinnya hanya sebatas bbm saja, tidak ada tawar menawar menerima orderan bahkan sama sekali tidak merespon hal tersebut, sehingga dirinya merasa bahwa dalam persoalan ini dia telah menjadi korban dari orang-orang yang berkeinginan untuk menjatuhkan dirinya.

“Saya melihat persoalan itu desakan dari orang-orang tertentu yang sengaja memfitnah saya sehingga saya bisa dijatuhkan dari jabatan saya sebagai anggota partai serta anggota DPRD” Kata Wahda.

BACA JUGA : Skandal Prostitusi, Gerindra Malut Bisa PAW WZI dari DPRD

Mengenai rencana mempolisikan Wartawan lantaran mempublikasi pemberitaan dirinya, Wahda menegaskan tidak lagi melakukan proses kepada para wartawan dibeberapa media yang menuliskan pemberitaan tersebut karena menurutnya persoalan proses memproses itu sangat lelah sehingga tidak lagi melakukan proses hukum kepada wartawan. Tegasnya.

Sebelumnya diberitakan yang juga telah kami rangkum dalam artikel tentang Jasa Prostitusi Online, Irwan Mahmud alias kaka (25) Warga Morotai, yang berprofesi sebagai mucikari, ditangkap bersama dua wanita yakni YN (26) dan SL (26) di salah satu Losmen kawasan Tanah Tinggi, Ternate, pada Sabtu (14/5) lalu.

Penangkapan tersebut, berkat aksi penjebakan oleh Kasatpol PP Ternate, Fhandy Mahmud, yang via BBM meminta mucikari menyediakan empat wanita.

Setelah terjadi kesepakatan, mereka janjian untuk bertemu di losmen, namun mucikari hanya membawakan dua wanita.

Mereka kemudian digrebek oleh Anggota Satpol PP dikamar nomor 10 dan kamar nomor 11. Salah satu wanita yang dibawa ke Kantor Satpol PP mengaku seorang mahasiswi universitas Negeri di Ternate, dan mucikari mengaku anak seorang Pejabat Pemkab Morotai.

Dari hasil interogasi, terkuak, pengguna jasa Irwan ada dari kalangan Pejabat Maluku Utara, Pemkab Morotai hingga Perwira Polisi. Irwan mengaku, tarif yang dikenakan Rp500 ribu hingga Rp800 ribu per satu kali kencan.

Saat ini, menurut informasi, dua wanita juga Irwan telah diserahkan Satpol PP ke Polres Ternate untuk ditindak lebih jauh mengenai Jasa Prostitusi Online yang terungkap ini.

Sumber: Elias Mahruf, DelikNewsDotCom.

Sekiranya kamu mau pantau kelanjutan beritanya, silahkan baca dalam Informasi Terbaru.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *