Tiada Salah Pelihara Ayam Di Rumah !

Tiada Salah Pelihara Ayam Di Rumah

Wah, bukan maksud menyarankan kamu pelihara ayam dalam rumah ya. Kami akan menyarankan untuk pelihara ayam dipekarangan rumah.

Mengapa kami sarankan untuk kembali pelihara ayam dipekarangan rumah seperti jaman kakek dan nenek masih pada muda ?

Memang ternyata kembali mengikuti gaya hidup atau lifestyle seperti kembali ke alam, lebih menyehatkan. Sehingga hal tersebut memicu warga ibukota DKI Jakarta mulai pelihara ayam dipekarangan rumah.

Selain mengonsumsi makanan dan minuman organik, tren urban farming atau memproduksi makanan dari pekarangan rumah sendiri juga mulai menjadi tren.

Selain menanam sayur mayur dan buah-buahan, beternak ayam mungkin menjadi ide yang tak kalah menarik. Ya, siapa yang tidak tergiur mengonsumsi telur dan daging ayam segar hasil ternak sendiri ?

Ayam menjadi salah satu unggas favorit untuk diternakan. Pasalnya kamu tak perlu modal besar untuk memulai dan relatif mudah perawatannya.

Kamu bisa memulainya dengan membeli dua anak ayam betina dan satu pejantan dan simpan di sebuah wadah kotak dan lampu penghangat.

Sembari menunggu anak ayam tumbuh besar, kamu bisa menyiapkan kandang yang permanen dan aman juga yang mudah dibersihkan oleh kamu atau anggota keluarga lainnya.

Beberapa hal dibawah ini perlu kamu perhatikan saat ingin memulai pelihara ayam dipekarangan rumah. Silahkan kamu simak secara perlahan.

1. Perhatikan Risiko Kotoran dan Bunyi Bising Ayam;

Hal penting yang perlu kamu lakukan sebelum membuat kandang, yaitu pertama perlu pastikan pekarangan kamu cukup layak untuk lingkungan kandang ayam.

Analisis dampak lingkungan yang akan terjadi (AMDAL) adalah hal utama yang perlu diperhitungkan. Apakah limbah atau kotoran dari ayam akan mengganggu lingkungan sekitar atau tidak.

Pasalnya ayam adalah hewan peliharaan yang mengeluarkan bau dan kotoran yang cukup menyengat. Pastikan tetangga kamu tidak terganggu dengan risiko ini.

Jagalah kebersihan kandang dan pekarangan rumah supaya tetap bersih dan nyaman untuk bersantai.

Selain itu, ayam juga kerap mengeluarkan suara khas yang bisa mengganggu ketenangan lingkungan tempat tinggal. Jika posisi pekarangan cukup luas dan jauh dari tetangga maka risiko ini bisa teratasi.

2. Membuat Kandang;

Untuk membangun kandang ayam, kamu harus menyiapkan bahan utama seperti kayu atau bambu. Bahan – bahan tersebut tidak harus baru.

Namun tidak ada salahnya dibuat menarik dengan cara mengecat dengan kombinasi warna yang cerah. Sehingga akan nikmat untuk dipandangi melepas lelah dan stress dalam beraktivitas.

Kemudian pastikan kamu bikin kandang seperti rumah panggung, untuk hindari hewan pengerat dari dalam tanah untuk makan ayam yang kamu pelihara

Untuk desain bisa disesuaikan dengan luas pekarangan dan kebutuhan ayam, yaitu masa bertelur dan pembesaran.

Menurut American Veterinary Medical Association, kandang yang ideal harus memenuhi kebutuhan hidup ayam seperti luas 0,2 meter persegi untuk satu ekor ayam betina, dan 0,4 meter persegi untuk satu ekor ayam pejantan.

Siapkan ventilasi yang baik dan letakkan kotak pengeraman telur di tempat paling bawah dan paling tertutup di kandang.

3. Perawatan Ayam;

Tentunya pertumbuhan ayam yang sehat dan ideal adalah dilepas dari kandangnya ketika pagi hari dan dimasukkan lagi ke dalam kandang ketika sore menjelang.

Akan tetapi, bila tiada banyak waktu yang cukup minimal keluarkan mereka dari kandangnya di pagi hari. Tujuannya supaya ayam tidak stres.

Perawatan kandang ayam juga cukup mudah, hanya membersihkan kandang dari kotoran dan semprotkan obat serangga secara rutin.

Jika malas membersihkan kotoran ayam, bisa cukup dengan menyemprotnya dengan cairan pengurai bakteri seperti EM4 supaya kotoran tidak bau atau terfermentasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *