Barometer Demokrasi Dunia Islam Itu Indonesia, Pilgub DKI Harus Aman !

Barometer Demokrasi Dunia Islam Itu Indonesia, Pilgub DKI Harus Aman

Barometer Demokrasi Dunia Islam Itu Indonesia, Pilgub DKI Harus Aman ! Oleh karena itu, sebagai bangsa terbanyak penduduk yang memeluk agama Islam, harus dapat berkepala dingin dan tidak mudah terpancing hasutan.

Terbilang sukses dalam perihal keharmonisan saat telah dilaksanakannya Pilkada Serentak 2017 diseluruh daerah Indonesia.

Oleh karena itu, tentunya semua berharap pesta demokrasi lima tahunan ini dapat berjalan dengan aman dan damai hingga hasil akhir pelantikan masing – masing kepala daerah yang terpilih.

Khususnya Pilkada DKI Jakarta, berbagai macam polemik yang terjadi selama masa kampanye membuat khawatir masyarakat.

Intelektual muda Nahdlatul Ulama Zuhairi Misrawi menyampaikan, demokrasi di Indonesia relatif dapat berjalan dengan lancar. Menurut dia, Indonesia menjadi salah satu barometer demokrasi di dunia islam.

“Indonesia adalah barometer demokrasi di dunia Islam. Kalau kita lihat secara jelas, demokrasi yang relatif berjalan baik Indonesia dan Turki,” kata pria yang biasa akrab disapa Zuhe itu dalam diskusi menyongsong pilgub DKI yang aman, damai, dan demokratis di Tebet 39, Jalan Raya Tebet, Jakarta Selatan, (13/2/2017).

Atas kondisi tersebut, dia menyampaikan bahwa Pilkada DKI Jakarta ini diharapkan dapat berjalan dengan aman dan damai.

Selain itu, Pilkada DKI Jakarta kali ini pun, kata Zuhe, bisa mendewasakan demokrasi yang ada di Indonesia. Sehingga keharmonisan membuat kenyamanan masyarakat diseluruh Indonesia.

“Pengalaman demokrasi yang terjadi di Indonesia ini akan mendewasakan dalam demokrasi. Bahwa seseorang yang akan memimpin Jakarta nanti saya kira adalah seseorang di mata warganya mempunyai kompetensi, integritas, dan rekam jejak untuk memimpin Jakarta,” imbuhnya.

Banyak sekali isu, menurut Zuhe, yang menjadi perdebatan dalam ranah publik. Salah satunya boleh-tidaknya memilih pemimpin berdasarkan kesamaan agama.

Ia pun mencoba memberikan gambaran bahwa di Mesir, Lembaga Fatwa Mesir telah mengeluarkan fatwa bahwa orang muslim boleh memilih pemimpin nonmuslim.

“Setahu saya, di Mesir, lembaga fatwa Mesir telah mengeluarkan fatwa bahwa seorang muslim boleh memilih pemimpin yang nonmuslim. Dan itu mengacu pada sejarah Islam, mengacu pada dalil-dalil. Mengapa? Karena seorang gubernur bukan seorang raja yang mempunyai kekuasaan absolut, dia bisa melakukan apa saja, tapi gubernur seorang pelayan, pejabat, seluruh kekuasaannya diawasi oleh DPRD, parlemen rakyat, dan lembaga-lembaga hukum lain,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Darussalam, salah satu relawan Anies – Sandi, menegaskan tentang komitmennya untuk Pilkada DKI Jakarta yang damai.

Ia pun menyampaikan sejak awal Anies – Sandi berupaya menciptakan situasi yang aman dan damai yang terlihat dari slogan mereka, yaitu salam bersama.

“Salam bersama itu merupakan bentuk konkrit dari kita lebih percaya bangsa ini bahwa kami melihat berbagai demo itu jauh dari potensi konflik. Justru ada kesadaran baru bahwa demokrasi itu bukan kekerasan, tapi parlemen jalanan. Ini buat saya pilihan mereka sangat konstitusional dengan melakukan gerakan jalanan yang dulu dipelopori oleh kaum muda, buruh, dan sebagainya,” ujarnya.

Sportivitas tidak hanya dibutuhkan dalam dunia olahraga semata, baiknya diterapkan dalam berbagai jenis aspek kehidupan.

Sehingga keharmonisan akan lebih bermakna mendalam dan keselarasan bersama akan terjalin. Tetap jaga sportivitas ya bila salah satu calon yang kamu jagokan untuk menjadi pemimpin tapi tidak terpilih.

Simak terus kelanjutannya dari Berita Pilkada dalam Colok Silang dengan langsung kunjungi Pilkada Serentak 2017.