Barometer Dan Manfaat Gambir Dari Sumatera !

Manfaat Dan Kegunaan Getah Gambir Untuk Kesehatan

Barometer Dan Manfaat Gambir Dari Sumatera, terbaik di Indonesia untuk kehidupan masyarakat. Tanaman Gambir memang sesungguhnya di pulau Jawa pun banyak tumbuh dimana – mana.

Manfaat Dan Khasiat Getah Gambir Untuk Kesehatan

Akan tetapi, hasil terbaik untuk kamu ambil manfaatnya digunakan sebagai obat alami, maka hasil terbaik bila menggunakan Gambir dari tanah Sumatera.

Terutama bila menggunakan Gambir dari Sumatera Barat. Sebelum lanjut mengenai manfaat – manfaatnya untuk kesehatan, baiknya simak dulu apa itu Gambir ?

Klasifikasi Ilmiah Tanaman Gambir:

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Gentianales
Famili: Rubiaceae
Genus: Uncaria
Spesies: Uncaria Gambir
Nama binomial: Uncaria gambir.

Gambir (Uncaria Gambir (Hunter) Roxb) merupakan tanaman perdu setengah merambat. Gambir adalah sejenis getah yang dikeringkan yang berasal dari ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan bernama sama (Uncaria gambir Roxb).

Manfaat Umum Gambir:

Manfaat – manfaat umum diketahui dan digunakan oleh masyarakat Indonesia yaitu sebagai bahan untuk menyirih, pewarna alami, obat – obatan, membersihkan mata, dan lain – lain.

Manfaat Terpenting Gambir:

Kegunaan atau manfaat yang lebih penting adalah sebagai pengobatan alternatif yang sering digunakan untuk pengobatan lambung atau obat mag.

Sehingga setelah team Colok Silang mencari tahu dan bertanya – tanya, bahwa rupanya mag dapat disembuhkan dengan menggunakan Gambir.

Untuk pengobatan penyakit maag bisa menggunakan ekstrak gambir yang sudah dihaluskan dari gambir kering. Campur Gambir yang telah dikeringkan dengan sedikit air serta madu dan konsumsi selama dua kali dalam seminggu.

Gambir juga mengandung katekin (catechin), suatu bahan alami yang bersifat antioksidan. Antioksidan (antioxidants) adalah molekul – molekul yang (sesuai namanya) bekerja melawan atau menghambat proses oksidasi di dalam tubuh.

Manfaat lain – lainnya Gambir yaitu untuk merangsang keluarnya getah empedu sehingga membantu kelancaran proses di perut dan usus.

Gambir menjadi bahan campuran obat, yaitu seperti mengobati luka bakar, obat sakit kepala, obat diare, obat disentri, obat kumur-kumur, obat sariawan, serta obat sakit kulit (dibalurkan).

Manfaat atau kegunaan Gambir saat ini yang tengah dikembangkan juga adalah sebagai perekat kayu lapis atau papan partikel. Produk ini masih harus bersaing dengan sumber perekat kayu lain, seperti kulit kayu Acacia mearnsii, kayu Schinopsis balansa, serta kulit polong Caesalpinia spinosa yang dihasilkan negara lain.

Penyebaran Budidaya Gambir:

Tanaman Gambir banyak terdapat di Sumatera seperti Aceh, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Sumatera Utara.

Produksi Gambir paling banyak terdapat di tanah Sumatera Barat bahkan 80 % produksi nasional berasal dari daerah tersebut.

Sumatera Barat adalah barometer produksi Gambir di Indonesia. Sehingga tanah Sumatera Barat menjadi daerah sentra produksi Gambir.

Kegiatan eksport di Indonesia khusus Gambir, terbesarnya yaitu untuk India. India mengimpor hampir lebih dari 68% produksi Gambir dari Indonesia, dan menggunakannya sebagai bahan campuran menyirih.

Gambir dibudidayakan pada lahan ketinggian 200-800 m diatas permukaan laut. Mulai dari topografi agak datar sampai di lereng bukit.

Secara keseluruhan sesungguhnya di Sumatera Barat hanya tersedia sekitar 450.000 ha lahan yang potensial untuk perluasan tanaman perkebunan.

Di Sumatera Barat tanaman gambir tumbuh dengan baik didaerah Limapuluh Kota, Pesisir Selatan dan daerah tingkat II lainnya.

Di Kabupaten Limapuluh Kota sebanyak 11.937 Ha dengan produksi 7.379 ton pertahun. Di Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 24.69 Ha dengan produksi 688 ton pertahun dan Kabupaten lainnya seluas 175 Ha yang sebahagian besar belum berproduksi.

Kabupaten 50 Kota terletak di bagian timur wilayah Provinsi Sumatera Barat atau 124 km dari Kota Padang, ibu kota provinsi.

Luas wilayahnya 3.354,30 km persegi, terbagi dalam delapan kecamatan dengan 180 desa dan 505 dusun. Payakumbuh, ibu kota Kabupaten Limapuluh Kota dapat dicapai dalam waktu setengah jam dengan mencarter kendaraan dari Bukittinggi yang berjarak 33 km.

Luas diatas potensial dan memenuhi skala ekonomi untuk dikembangkan. Jumlah unit usaha pengolahan gambir di Sumatera Barat tercatat sebanyak 3571 unit dengan tenaga kerja 6908 orang dan investasi Rp 1.029.614.000.

Data produksi gambir di Sumatera Barat sebenarnya belum tersedia dengan lengkap, khususnya untuk konsumsi dalam negeri.

Bila berpedoman kepada angka produksi tahun 1997 dan angka ekspor pada tahun yang sama maka 98 persen produksi gambir diekspor dan 2 persen dikonsumsi dalam negeri.

Disamping sebagai penyumbang devisa, usaha tani Gambir juga merupakan mata pencaharian bagi lebih kurang 125.000 kepala keluarga petani atau sekitar 15 persen penduduk Sumatera Barat.