Anggota DPRD Malut Boking Mahasiswi Pakai Jasa Prostitusi Online Waria

Jasa Prostitusi Online

Jasa Prostitusi sedari awal tahun 2016 ini memang tumbuh jauh lebih subur dari sebelumnya. Bahkan sudah semakin merebak Jasa Prostitusi baik Offline ataupun dari Online ke daerah – daerah diseluruh Indonesia.

Maka dari itu, kesadaran perlahan pun mulai timbul akibat aktifitas Jasa Prostitusi mulai meresahkan semua kalangan.

Baru – baru ini tepatnya Sabtu, 14 Mei 2016, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Ternate membongkar prostitusi online dikalangan Mahasiswi di Ternate, Maluku Utara yang ternyata dikendalikan oleh seorang Waria.

Berkat Satpol PP Kota Ternate, akhirnya bisnis lendir atau Jasa Prostitusi yang tumbuh subur di Ternate ini terbongkar.

Hal ini dapat terjadi saat Irwan Mahmud (25) Alias Kaka, Waria asal Morotai, yang berprofesi sebagai mucikari penyedia Jasa Prostitusi, ditangkap bersama dua wanita berinisial YN (26) dan SL (26) di Losmen Family lingkungan Tanah Tinggi Ternate.

Tanpa aksi penyamaran yang dilakukan Kasatpol PP, Fhandy, dan anggotanya yang memesan dua wanita tersebut, mungkin penangkapan ini tidak akan berjalan sukses dan lancar.

Dari penuturan Mucikari yang Waria dan dua Mahasiswi, usai diinterogasi oleh petugas Satpol, ternyata diketahui pelanggan mereka mayoritas dari kalangan pejabat luas lingkup Pemprov Maluku Utara, Anggota DPRD dan Pejabat Kabupaten Pulau Morotai.

Beberapa bukti menguatkan penuturan Mucikari yang Waria ini yaitu dari daftar pesanan yang telah direkap oleh sang Mucikari juga pembicaraan Irwan (Mucikari–red) dengan Anggota DPRD Malut serta pejabat Pemkab Pulau Morotai.

Sudah satu tahun belakangan ini, usaha esek – esek sudah dijalani oleh Mucikari atau Penyedia Jasa Prostitusi. Untuk tarif, menurut mucikari, dibanderol seharga Rp500ribu hingga Rp800 ribu per satu kali kencan alias sekali pakai.

Menariknya, seorang anggota DPRD Maluku Utara atau Malut yang berinisial WZI diduga menggunakan Jasa Prostitusi Online yang dikelola Irwan. Hal ini diakui oleh sang Mucikari Waria, yang megaku anggota DPRD inisial WZI, memesan kepadanya lalu meminta mengirim foto dan menanyakan apakah perempuan yang ada difoto ini masih gadis atau sudah Janda.

“Kami lalu bertemu untuk membicarakan lebih lanjut” Sambung, Irwan, mengakui ada bukti percakapan WhatsApp dengan anggota DPRD.

Walau pun begitu, menurut Irwan pesanan Anggota DPRD kepadanya untuk membawakan seorang gadis, masih sebatas percakapan, lantaran dirinya dengan dua anak buahnya sudah lebih dulu tertangkap.

Saat ini, Irwan dan dua wanita telah diserahkan oleh Satpol PP ke Polres Ternate untuk ditindak lebih lanjut.

Anggota DPRD berinisial WZI ini diduga mengarah ke salah satu politisi Partai Gerindra yakni Wahda Zainal Iman. Dikonfirmasi via selulernya, Sabtu (14/5) Wahda mengaku bahwa nomor kontak dari Irwan itu ada pada WhatsApp miliknya, bernama Kaka. Katanya.

Mengenai pernyataan Mucikari (Irwan–red), Wahda, membantah, telah menggunakan Jasa Prostitusi Online yang dikendalikan Irwan untuk memesan gadis tersebut. Jelas Wahda Zainal Iman.

Sumber: DelikNewsDotCom, Elias Mahruf.