Para Wanita Pelaku Jasa Prostitusi Online Mengakui Untuk Biayai Anak

Jasa Prostitusi Online

Praktik ilegal memasarkan Jasa Prostitusi Online kelas apartemen di Kota Bandung, Jawa Barat, terbongkar. Wanita para pelaku Jasa Prostitusi Online di Kota Bandung ini rata – rata didatangkan dari berbagai daerah di Jabar.

Mereka datang ke Bandung dengan berbagai macam latar belakang, profesi, dan usia. Misalkan seperti MA (22), yang mengaku baru saja keluar dari perusahaan swasta di Kabupaten Bogor ikutan Jasa Prostitusi di Bandung.

MA lebih memilih menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) atau Jasa Prostitusi di Kota Bandung untuk tetap menghidupi anaknya yang masih berusia 1,5 tahun.

Disaat MA sedang mencari pekerjaan di Kota Bandung, dirinya malah mengenal S alias Diki (23). “Sudah seminggu dua hari saya di Kota Bandung bekerja seperti ini di Apartemen. Selama seminggu baru ada 2 – 3 tamu pria pengguna Jasa Prostitusi Online. Setiap tamu tarifnya Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta. Sebesar Rp 200 ribu saya kasi ke Diki,” ujar MA kepada wartawan di Markas Polsek Arcamanik, Jalan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (2/3/2016).

Sebelumnya, polisi membongkar praktik esek – esek atau Jasa Prostitusi tersebut di Apartemen mewah di Jalan Soekarno – Hatta, Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik.

Pengungkapan yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Arcamanik itu berlangsung Selasa (1/3/2016) sekitar pukul 16.30 WIB.

Polisi telah mengamankan lima wanita yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) atau Jasa Prostitusi, dua pria yang diduga sebagai mucikari, dan tiga pria yang diduga sebagai pelanggan.

Sumber: TribunNewsDotCom.

Kasatpol PP Ternate Curhat di Medsos Dianggap Rekayasa Ungkap Jasa Prostitusi

Fhandy Mahmud Thumina Kasatpol PP Maluku Utara

Fhandy Mahmud, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (KaSatpol PP) Kota Ternate Maluku Utara, diguncang prahara.

Diakibatkan, dirinya dituduh melakukan rekayasa kasus saat mengungkap bisnis Jasa Prostitusi kelas kakap di daerah itu.

Seperti diberitakan sebelumnya yang telah kami rangkum dalam Anggota DPRD, tertulis mengenai operasi tersebut telah mengamankan tiga orang, mereka yaitu Irwan alias Kaka (25) yang berprofesi sebagai mucikari Jasa Prostitusi, YN (26) dan SL (26) berprofesi sebagai PSK. Saat diinterogasi petugas, mereka mengungkapkan fakta yang mengagetkan banyak pihak.

Pasalnya, dari percakapan via seluler sang mucikari, ternyata oknum Anggota DPRD Maluku Utara serta oknum perwira polisi ada dalam daftar langganan.

Selain itu, dua PSK mengaku sebagai mahasiswi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Ternate. Kendati telah berhasil mencegah terjadinya transaksi prostitusi yang lebih besar.

Razia yang dilakukan Kasatpol PP secara diam – diam saat Sabtu minggu lalu (14/5) itu, justru dipertanyakan.

Dekan Fakultas Hukum Unkhair Ternate, Syawal Abdulajid kepada Wartawan Jumat (19/5) mempertanyakan sikap Satpol PP dalam razia tersebut.

Menurut Syawal, jika razia yang dilakukan selama ini sudah menjadi hal yang biasa karena itu sudah menjadi program dari pemerintah, namun jika razia yang dilakukan dengan setingan untuk menjebak orang itu yang tidak di inginkan.

Namun, pernyataan Syawal Abdulajid kepada Media, langsung di klarifikasi oleh Kasatpol PP Ternate. Sedikit berbeda, kali ini, Media sosial menjadi sarana KasatPol PP Ternate untuk meluruskan tudingan miring tersebut.

Lewat akun Facebook, Fhandy Mahmud Thumina, dia menjelaskan secara detail bagaimana operasi itu terjadi dan dasar hukum dalam razia tersebut.

Berikut ini, komentar Kasatpol PP Ternate yang dipantau DelikNewsDotCom, Sabtu (21/5) dan ColokSilangDotCom, Minggu (4/12) via akun Facebook.

“Ass. Wr. Wb. Tabea for basudara semuanya. Mohon maaf atas segalanya bilamana dlm penjelasan ada yg kurang berkenan, saya rasa penting sedikit memberikan pandangan terkait pemberitaan yg menurut saya melemahkan saya, bukan bermaksud menggurui basudara semuanya, saya menegaskan saya melaksanakan tugas sdh sesuai dengan kewewenang Satpol PP telah yg di atur di PP No. 6 Th 2010 tentang Satuan polisi Pamong Praja bab III Pasal 6, Polisi Pamong Praja berwenang: melakukan tindakan & penertiban nonyustisial terhadap warga masyarakat, aparatur, atau badan hukum yang melakukan & tindakan pelanggaran atas Perda dan/atau peraturan kepala daerah.

Terima kasih atas kritikan dan saya berharap kritikannya membangun bukan memojokan, ini sdh sesuai prosedur yg mana adalah merupakan tugas satpol pp sebagai aparatur penegakan perda atau perkada, jelas2 sdh diatur dan saya menjalankan itu, bagian mana yg direkayasa dan razia bagaimana yg memilih2, saya tak memilih siapa yg akan dirazia, kejahatan didepan mata apakah saya harus terdiam ketika diajak ditawarkan oleh mereka para mucikari penyedia Jasa Prostitusi yg menjual barang dagangan, saya bukanlah seorang aparatur yg apatis. Saya digaji dan jabatan yg melekat saat ini jelas sebagai penegak perda/perkada ini merupakan satu kejahatan ketika seseorang mulai menawarkan brg dagangan ya mn tdk dipolerbolehkan di republik ini. Sehingga saya mencoba mengembangkan dengan cara menerima tawaran sang mucikari Jasa Prostitusi dengan tujuan saya hanyalah menertibkan sang mucikari nakal yg mana yg bersangkutan secara terang2gan merusak generasi muda dikota ternate.

Bila ada target yah akan kami jalankan, kalau menunggu perencanaan operasi dipastikan tdk mendapatkan apa2 alias nol & terkait pentingnya keterlibatan pihak terkait lain nya selalu dilakukan kami selalu berkordinasi sebelum dan sesudah melakukan giat. Jadi pada dasarnya sebagai pimpinan satuan haruslah melakukan atau mencoba merubah cara baru dlm operasi untuk mendapatkan target tupoksi sdh kami laksanakan sesuai SOP perda no 7 terkait Prostitusi sudah kami ditegakan. salam praja wibawa. Wasallamu Allaikum. Wr. Wb”.

Sumber: DelikNewsDotCom, Elias Mahruf.

 

Wahda Zainal Ilham Buka Suara Terkait Jasa Prostitusi

Wahda Zainal Ilham Dan KaSatpol PP Maluku Utara

Wahda Zainal Ilham yang merupakan salah seorang Politisi Partai Gerindra, atau bisa disebut WZI, akhirnya buka suara terkait Prostitusi Online yang dikendalikan Irwan Mahmud alias Kaka (25) Waria warga Morotai, Maluku Utara.

Wahda membantah tuduhan keterlibatannya terkait Pengguna Jasa Prostitusi dari Kaka kepada wartawan di Ternate, Rabu (18/5).

Melainkan dirinya menegaskan telah menjadi korban dari keisengan mucikari Jasa Prostitusi yang dalam kontak BBM bernama Ayu.

Selain itu, Wahda juga mengaku, dirinya tidak pernah kenal mucikari bernama Kaka, dan tidak pernah bertemu orang tersebut dalam kesempatan apapun.

“Saya belum bertemu dan memberikan tawaran dengan perempuan yang ada di BBM. saya juga tidak kenal sang mucikari Irwan alias Kaka itu, pasalnya hanya berteman di bbm, belum sempat ketemu, si mucikari ini terus PING untuk memberikan tawaran, namun saya tidak merespon PING via BBM yang dilakukan oleh mucikari Jasa Prostitusi itu” Kata Wahda, dalam klarifikasinya kepada Wartawan.

Menurut, Ketua Komisi I DPRD Malut Ini, dirinnya hanya sebatas bbm saja, tidak ada tawar menawar menerima orderan bahkan sama sekali tidak merespon hal tersebut, sehingga dirinya merasa bahwa dalam persoalan ini dia telah menjadi korban dari orang-orang yang berkeinginan untuk menjatuhkan dirinya.

“Saya melihat persoalan itu desakan dari orang-orang tertentu yang sengaja memfitnah saya sehingga saya bisa dijatuhkan dari jabatan saya sebagai anggota partai serta anggota DPRD” Kata Wahda.

BACA JUGA : Skandal Prostitusi, Gerindra Malut Bisa PAW WZI dari DPRD

Mengenai rencana mempolisikan Wartawan lantaran mempublikasi pemberitaan dirinya, Wahda menegaskan tidak lagi melakukan proses kepada para wartawan dibeberapa media yang menuliskan pemberitaan tersebut karena menurutnya persoalan proses memproses itu sangat lelah sehingga tidak lagi melakukan proses hukum kepada wartawan. Tegasnya.

Sebelumnya diberitakan yang juga telah kami rangkum dalam artikel tentang Jasa Prostitusi Online, Irwan Mahmud alias kaka (25) Warga Morotai, yang berprofesi sebagai mucikari, ditangkap bersama dua wanita yakni YN (26) dan SL (26) di salah satu Losmen kawasan Tanah Tinggi, Ternate, pada Sabtu (14/5) lalu.

Penangkapan tersebut, berkat aksi penjebakan oleh Kasatpol PP Ternate, Fhandy Mahmud, yang via BBM meminta mucikari menyediakan empat wanita.

Setelah terjadi kesepakatan, mereka janjian untuk bertemu di losmen, namun mucikari hanya membawakan dua wanita.

Mereka kemudian digrebek oleh Anggota Satpol PP dikamar nomor 10 dan kamar nomor 11. Salah satu wanita yang dibawa ke Kantor Satpol PP mengaku seorang mahasiswi universitas Negeri di Ternate, dan mucikari mengaku anak seorang Pejabat Pemkab Morotai.

Dari hasil interogasi, terkuak, pengguna jasa Irwan ada dari kalangan Pejabat Maluku Utara, Pemkab Morotai hingga Perwira Polisi. Irwan mengaku, tarif yang dikenakan Rp500 ribu hingga Rp800 ribu per satu kali kencan.

Saat ini, menurut informasi, dua wanita juga Irwan telah diserahkan Satpol PP ke Polres Ternate untuk ditindak lebih jauh mengenai Jasa Prostitusi Online yang terungkap ini.

Sumber: Elias Mahruf, DelikNewsDotCom.

Sekiranya kamu mau pantau kelanjutan beritanya, silahkan baca dalam Informasi Terbaru.

 

A Quick Question Kepada Pria Pengguna Jasa Prostitusi !

Pria Pengguna Jasa Prostitusi

 

Colok Silang telah mencoba tanyakan A Quick Question (Sebuah Pertanyaan Cepat) kepada 10 orang pria dengan domisili tempat tinggal berbeda dalam luas lingkup Jabodetabek dan usia kisaran 24 – 30 tahun.

Sebuah Pertanyaan Cepat yang diajukan kepada 10 orang pria tersebut hanya dengan pertanyaan tunggal, yaitu: Di tahun berapa pertama kali menggunakan Jasa Prostitusi ?

Waktu yang diberikan oleh Colok Silang yaitu maksimal 1 menit. Maka didapatkan hasil, yaitu 8 orang Pria menjawab secara cepat dalam waktu sekitar 30 detik, pada tahun 2010.

Sisanya 2 orang pria, menjawab dalam waktu tidak lebih dari 50 detik, yaitu pada tahun 2010. Sesungguhnya kami sekedar iseng saja awalnya karena penasaran.

Akan tetapi, tiada salahnya untuk menyampaikan kepada khalayak umum tentang hasil A Quick Question tentang kapan pertama kali Jasa Prostitusi digunakan, dalam bentuk artikel.

Bisa terbilang ini bukanlah survey yang seperti sumber terpercaya lainnya. Akan tetapi, team Colok Silang sesungguhnya sudah semakin prihatin kepada generasi muda di Indonesia secara khususnya sekitar Jakarta.

Kalau saja dari 10 orang pria pengguna Jasa Prostitusi tersebut tidak mengawali gunakan pada tahun kisaran 2010 – 2011, mungkin telah terselamatkan 10 orang pria generasi muda tersebut.

Barangkali jika team Colok Silang tidak iseng ajukan sebuah pertanyaan singkat kepada 10 orang pria pengguna Jasa Prostitusi tersebut, maka kami tidak akan mengetahui sudah terdapat 10 orang pria dikhawatirkan menjadi Kecanduan Seks Akut.

Pria Bisa Kecanduan Seks Akut Jika Pengguna Jasa Prostitusi !

Pria Pengguna Jasa Prostitusi

Pengguna Jasa Prostitusi, masa kini semakin mengkhawatirkan. Hal tersebut sulit terbendung jika tempat atau lokalisasi Jasa Prostitusi terus menerus bertambah waktu demi waktu.

Demi memuaskan hasrat nafsu menggebunya sang pria banyak mengandalkan Jasa Prostitusi. Maka terlihat dari situ dapat kami simpulkan bisa menjadi peluang bisnis yang menggiurkan.

Ditambah semakin tidak stabilnya perekonomian Indonesia ataupun Global, dan jumlah penduduk semakin meningkat pesat juga Janda Baru di Indonesia maka menjamur pula jumlah Jasa Prostitusi.

Alasan di balik keputusan pria untuk beralih ke opsi menggunakan Jasa Prostitusi yang hampir rata – rata Janda, sangatlah beragam.

Ada yang karena bosan, penasaran, terbawa suasana yang dibentuk oleh pertemanan, pelarian, upaya pembuktian kejantanan kepada teman – teman, istri tak sanggup layani lagi, dan masih banyak alasan lainnya.

Tidak bisa dipungkiri mereka yang menggunakan Jasa Prostitusi kerap dideskripsikan sebagai ciri seseorang yang gila seks atau sex addict.

Banyak orang mengira pria pengguna wanita bayaran sudah dasarnya seorang pecandu seks. Tidak ! Hal tersebut terdapat penelitiannya yang dimuat dalam situs Recovery Ranch dan Psych Central, melansir Sabtu, (3/9/2016), penelitian justru buktikan sebaliknya.

Para pria ketika beranjak dewasa, beberapa dari mereka termotivasi untuk mencoba hal – hal yang membuatnya penasaran atau terkesan menantang.

Kegiatan tersebut tentunya salah satunya yaitu sudah pasti berkaitan tentang Seks. Apalagi di era informasi yang tambah modern, seluruh akses informasi dapat ditemukan atau didapatkan jauh lebih cepat, mudah, dan murah.

Seks bebas yang dulu seolah tabu, sekarang tidak lagi tabu dan semakin banyak orang melakukannya. Baik pria maupun wanita.

Hal tersebut dapat disebabkan, para pria dalam masa pendewasaan. Era sekarang ini akan membuka lebih berpeluang untuk menjawab rasa penasarannya seputar seks lantaran stigma bahwa itu tabu sudah mulai memudar.

Pada usia itu juga mereka belum terlalu tertarik dengan komitmen atau hubungan yang berpotensi menciptakan emosi dan keterikatan dengan seorang wanita.

Maka dari itu, berkat kecanggihan teknologi permudah dapatkan informasi ditambah masuk usia dewasa, pilihannya langsung beralih ke penggunaan Jasa Prostitusi.

Menonton film porno, banyak orang tua masa kini menyalahkan hal tersebut. Sesungguhnya film porno hanyalah tahap awal yang justru membuatnya lebih termotivasi untuk ‘merasakannya’ di kehidupan nyata.

Ketika pertama kalinya dilakukan dengan seorang wanita bayaran yang umumnya tidak melahirkan keterikatan perasaan, laki – laki tersebut akan menjadikan ‘sesi’ tersebut solusi untuk pelampiasan nafsu.

Lambat laun, hal tersebut dijadikan tolak ukur untuk pelepas kejenuhan dan tingkat kejantanan. Ia tidak akan terbiasa dengan seks yang melibatkan obrolan kecil bermakna dengan seseorang yang sebetulnya bisa ia cintai.

Semua berujung menjadi Kecanduan Seks Akut. Yang sesungguhnya Pecandu Seks rata-rata datang dari kepribadian yang tertutup pada keterikatan emosional dan juga sering mengandalkan wanita bayaran untuk memberinya kepuasan lahir dan batin yang bertahan hanya sesaat.

Kecanduan Seks Akut dapat terjadi bila Pengguna Jasa Prostitusi secara rutin dan teratur macam sudah terjadwal. Bila hal tersebut terjadi, maka dapat perburuk psikologis jiwa pria pengguna.